Surakarta (Humas) — Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digaungkan oleh MTs Negeri 2 Surakarta melalui kegiatan sosialisasi pengurangan penggunaan plastik yang dilaksanakan pada Jum’at, 17 April 2026 dengan penuh semangat dan kesadaran bersama. Mengusung pesan sederhana namun bermakna, kegiatan ini mengajak seluruh warga madrasah untuk memulai perubahan dari hal terkecil, yakni membiasakan diri membawa botol minum atau tumbler dari rumah.
Kegiatan yang diikuti oleh para siswa ini dibuka secara resmi oleh Kepala MTs Negeri 2 Surakarta, Kirno Suwanto. Dalam sambutannya, Kirno menyampaikan bahwa persoalan sampah plastik merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Lingkungan yang bersih dan sehat, menurutnya, tidak hanya tercipta dari program besar, tetapi justru dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Jangan pernah meremehkan langkah kecil. Membawa tumbler dari rumah mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan oleh seluruh warga madrasah, dampaknya akan luar biasa. Inilah bentuk nyata kepedulian kita terhadap bumi,” tuturnya dengan penuh harap.

Suasana kegiatan terasa hangat dan penuh antusiasme saat memasuki sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Talitha dan Kevin, anggota OSIM MTs Negeri 2 Surakarta. Dengan gaya yang komunikatif dan dekat dengan keseharian siswa, keduanya mengajak peserta untuk lebih memahami dampak penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini sering dianggap sepele.
Talitha menjelaskan bahwa plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai di alam, sehingga jika tidak dikurangi sejak sekarang, akan menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Sementara itu, Kevin menambahkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
“Kita tidak harus langsung melakukan hal besar. Cukup mulai dari membawa botol minum sendiri, mengurangi jajan dengan kemasan plastik, atau menggunakan tas kain saat berbelanja. Hal kecil itu jika dilakukan bersama akan menjadi gerakan besar,” ungkap Kevin yang disambut anggukan para peserta.
Tak hanya menyampaikan materi, keduanya juga mengajak siswa untuk lebih reflektif terhadap kebiasaan sehari-hari. Interaksi yang terjalin membuat suasana semakin hidup, bahkan beberapa siswa turut berbagi pengalaman mereka dalam mengurangi penggunaan plastik di rumah maupun di sekolah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan siswa. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mendorong lahirnya kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen MTs Negeri 2 Surakarta dalam mempertahankan predikat Madrasah Adiwiyata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai cinta lingkungan kepada generasi muda, agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan bumi.
Dengan dimulainya dari langkah sederhana seperti membawa tumbler, MTs Negeri 2 Surakarta berharap dapat terus menumbuhkan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan. Sebab, dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran besar, akan lahir perubahan yang berarti bagi masa depan lingkungan.
Tinggalkan Komentar