Info Sekolah
Kamis, 12 Mar 2026
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku
20 Juli 2025

Bank Sampah MTsN 2 Surakarta: Dari Sampah Menjadi Asa, Mewujudkan Madrasah Hijau dan Mandiri

Ming, 20 Juli 2025 Dibaca 315x

Di sudut kota Surakarta, tepatnya di lingkungan MTs Negeri 2 Surakarta, geliat perubahan terus terasa. Bukan sekadar ajang pendidikan formal, madrasah ini menjelma menjadi ruang hidup yang penuh inspirasi. Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah Bank Sampah Madrasah, sebuah program sederhana namun berdampak besar.

Ide ini bukan sekadar gerakan kebersihan. Lebih dari itu, Bank Sampah menjadi jalan pendidikan karakter, ekonomi, hingga kepedulian ekologis yang nyata. Setiap Sabtu, siswa-siswi berseragam rapi terlihat antusias mengumpulkan dan memilah sampah anorganik: kardus, botol plastik, kertas bekas, gelas minum. Semua ditimbang, dicatat, dan dikumpulkan. Di akhir bulan, hasilnya dijual ke pengepul, lalu keuntungan dikelola untuk kepentingan bersama.

Bukan tanpa hasil. Di tahun 2024, MTsN 2 Surakarta berhasil menyabet Juara II SEAMEO-Japan ESD Award, sebuah ajang pendidikan berkelanjutan tingkat Asia Tenggara. Dengan tema “Green School Program and Organic Waste Segregation for Realising Renewable Energy”, program ini dinilai unggul dalam integrasi pembelajaran lingkungan dengan kehidupan nyata.

Di balik keberhasilan itu, ada sosok guru penuh dedikasi, Indah Kurniawati, S.Pd., yang membina para siswa dalam komunitas belajar aktif. Mereka bukan hanya belajar tentang sampah, tetapi memahami ekonomi sirkular, hukum permintaan dan penawaran, hingga pengelolaan keuangan sederhana—semua dikemas dalam aktivitas riil yang bermakna.

Dari mata pelajaran IPS, Bank Sampah menjadi laboratorium mini ekonomi. Siswa belajar produksi (mengelola sampah), distribusi (menjualnya), dan konsumsi (memanfaatkan hasilnya). Mereka juga dikenalkan pada nilai-nilai keberlanjutan, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan pentingnya tanggung jawab sosial.

Ini bukan hanya soal sampah,” ujar Totok Darmanto, S.Pd., pembina OSIM sekaligus koordinator program. “Di sini kami membangun budaya hidup bersih, kreatif, dan produktif. Bahkan sebagian sampah bisa kami ubah menjadi kerajinan tangan yang bernilai.”

Kepala Madrasah, Drs. Kirno Suwanto, M.Pd., pun menegaskan bahwa Bank Sampah adalah bukti nyata integrasi antara pendidikan akademik dan penguatan karakter. “Kami ingin siswa tidak hanya tahu, tetapi juga terbiasa bertindak. Inilah pendidikan yang membumi,” tegasnya.

Apresiasi pun datang dari Sri Hartati, S.Pd., M.Pd., Pengawas Madrasah Kemenag Kota Surakarta. Ia menyebut program ini sebagai potret ideal madrasah masa depan. “MTsN 2 Surakarta telah menunjukkan bahwa pendidikan itu bukan hanya soal nilai, tetapi bagaimana membentuk manusia yang peduli, cerdas, dan berakhlak,” ungkapnya.

Kini, Bank Sampah MTsN 2 Surakarta bukan hanya milik madrasah, tetapi sudah menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Banyak orang tua dan masyarakat yang mulai memilah sampah di rumah, terinspirasi dari anak-anak mereka.

Dari tumpukan limbah, lahirlah karya. Dari kegiatan sederhana, tumbuh jiwa mandiri dan peduli lingkungan. MTsN 2 Surakarta telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Ayo, jadi bagian dari gerakan ini!
Mulai dari memilah sampah, menjaga kebersihan kelas, hingga menghemat listrik dan air. Karena bumi adalah rumah kita bersama. Mari rawat hari ini, demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.

MTsN 2 Surakarta – Madrasah Hebat, Bermartabat!
(Rofindah)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar