Surakarta, 5 Agustus 2025 – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid MTsN 2 Surakarta, Selasa siang, saat seluruh siswa dan guru mengikuti pelaksanaan shalat ghaib usai shalat Zuhur berjamaah. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama atas wafatnya Bapak Kartorejo, orang tua dari salah satu tenaga pendidik di madrasah.
Siswa-siswi MTsN 2 Surakarta mengikuti shalat ghaib dengan khusyuk di masid madrasah. Suasana penuh empati dan kekhidmatan tampak dari barisan para peserta didik yang berdiri rapi dalam barisan shalat.
Shalat ghaib merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam untuk mendoakan Muslim yang wafat namun jasadnya tidak berada di tempat. Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan ini adalah Bapak Ahmadi, M.Pd.I, yang memimpin dua rakaat salat jenazah tanpa jasad secara berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama.
Kepala MTsN 2 Surakarta, Bapak Kirno Suwanto, M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum, namun juga sebagai bagian dari pendidikan karakter dan spiritual bagi peserta didik.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian, ukhuwah Islamiyah, serta pentingnya mendoakan sesama Muslim. Ini adalah bentuk pembelajaran nyata tentang empati dan solidaritas dalam Islam,” jelasnya.
Seluruh siswa tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Momen ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Semoga doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah dan membawa ketenangan bagi almarhum serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa MTsN 2 Surakarta tak hanya mendidik cerdas, tetapi juga membina jiwa yang peduli dan religius.
Tinggalkan Komentar