Surakarta — Aula Boarding School Putri MTsN 2 Surakarta dipenuhi suasana hangat dan penuh semangat pada Sabtu (9/8/2025). Kegiatan Awalussanah Boarding School resmi digelar, menjadi awal langkah santri untuk menapaki tahun ajaran baru dengan tekad kuat.
Acara ini dihadiri oleh Kepala MTsN 2 Surakarta, Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala Madrasah, Koordinator BK, Ketua Komite, Wali Kelas Santri Boarding School, para asatidz, serta pengelola boarding school. Kehadiran seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan program pendidikan berbasis asrama.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Surakarta Bapak Drs. H. Kirno Suwanto, M.Pd., menyampaikan evaluasi sekaligus harapan besar bagi kemajuan Boarding School. Beliau menyoroti bahwa perkembangan boarding selama ini masih berjalan cukup lambat dan perlu akselerasi.
“Boarding School ini bukan sekedar tempat tinggal bagi santri, tetapi rumah kedua yang membentuk disiplin, akhlak, dan hafalan mereka. Saya ingin anak-anak kelas tahfidz masuk ke sini, supaya hafalan mereka bisa benar-benar optimal sesuai target. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya menghafal, tapi juga mengamalkan,” ungkap Kepala MTsN 2 Surakarta dengan penuh harap.
Sementara itu, Kepala Boarding School, Ibu Siti Rofi’ah, M.Pd., memaparkan laporan program. Saat ini Boarding School mengasuh 20 santri dengan pendampingan 7 pengawas. Program hafalan Al-Qur’an menjadi fokus utama dengan target minimal 5 juz selama masa pendidikan.
“Kami mengasuh 20 santri dengan 7 pengawas yang siap mendampingi setiap langkah mereka. Target kami jelas: minimal 5 juz selama masa pendidikan. Tapi lebih dari itu, kami ingin membentuk pribadi yang taat, mandiri, dan siap memberi manfaat. Dukungan dari semua pihak, baik guru, orang tua, dan pengelola adalah kunci kesuksesan,” tutur Ibu Rofi dengan senyum optimis.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan program boarding school di tahun ajaran baru. Semangat yang terpancar dari wajah para santri dan pengasuh menjadi pertanda bahwa langkah menuju generasi Qur’ani unggul telah dimulai.
Tinggalkan Komentar