Info Sekolah
Jumat, 05 Des 2025
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku
18 November 2025

MTSN 2 SURAKARTA CETAK SEJARAH!Dua Siswi Raih Medali Perunggu OMI 2025 Bidang Riset Ekoteologi

Sel, 18 November 2025 Dibaca 100x Artikel / Kegiatan / Kesiswaan / Prestasi

MTsN 2 Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Dua siswi dari kelas Program Khusus (PK) Science berhasil mencatat sejarah baru dengan meraih Medali Perunggu pada bidang Riset Integrasi Keilmuan dan Keislaman (Ekoteologi).

Dua siswi berprestasi tersebut adalah Khansa Aulia Zivana (*A1) dan Kalila Ghaziya Hafiza (7A1). Mereka dibimbing oleh dua guru Bahasa Jawa MTsN 2 Surakarta, yaitu Sulistyningtyas dan Ninuk Indrati. OMI sendiri bukan sekedar kompetisi akademiuk biasa, tetapi ajang bergengsi yang dirancang untuk melahirkan generasi madrasah yang inovatif, kritis, kreatif dan berakhlak mulia.

Prestasi tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Ekspresi Ekoteologi dalam Serat Wulangreh Pupuh Dhandhanggula Karya Pakubuwana IV”, sebuah riset yang sejak awal memikat perhatian dewan juri karena kedalaman kajian dan relevansinya dengan isu lingkungan masa kini. Swerat Wulangreh merupakan naskah ajaran moral, etika dan budi pekerti yang disusun oleh Pakubuwana IV, Raja Kasunanan Surakarta pada akhir abad ke-18. Naskah ini memuat petunjuk hidup tentang kebijaksanaan, pengendalian diri, serta hubungan manusia dengan sesama, alam dan Tuhan.

Riset ini mengupas ajaran tersebut melalui perpektif ekoteologi, yakni pendekatan yang memadukan nilai-nilai teologi dengan kesadaran ekologis untuk memahami tanggung jawab manusia terhadaop kelestarian lingkungan. Kajian ini selaras dengan karakter MTsN 2 Surakarta yang dikenal sebagai madrasah Adiwiyata, aktif mengembangkan program peduli lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga perilaku ramah bumi dalam kegiatan belajar mengajar.

Pelaksanaan OMI 2025 bidang riset, yang sebelumnya dikenal sebagai MYRES (Madrasah Young Research Supercamp), berlangsung melalui serangkaian tahapan penting. Proses dimulai dengan penyusunan serta pengunggahan proposal pada September 2025, kemudian peserta melewati seleksi ketat hingga terpilih 30 proposal terbaik tingkat nasional. Selanjutnya, peserta memasuki tahap pembimbingan dan pelaksanaan riset, dilanjutkan dengan presentasi hasil penelitian di hadapan dewan juri. Puncak kegiatan adalah Final dan Expo OMI 2025 yang digelar di Hotel Grand El Hajj, Tangerang, Banten, pada 11-14 November 2025.

Dari ribuan peserta di seluruh Indonesia, Khansa dan Khalila berhasil melaju hingga babak grand final (6 besar). Setelah bertahun tahun MTsN 2 Surakarta hanya mampu bertahan di posisi 30 besar nasional, tahun 2025 menjadi tahun emas dengan keberhasilan tim riset menembus 6 besar sekaligus membawa pulang medali.

Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah beserta stakeholders, memberikan dukungan penuh sejak tahap koordinasi, penyediaan sarana prasarana, pelepasan kontingen Jawa Tengah, hingga pendampingan di lokasi final dan Expo. Kepala Kantor Kementerian Agama kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, juga memberikan arahan, motivasi serta hadir langsung menyaksikan perjuangan para peserta di Banten.

Kepala MTsN 2 Surakarta, Kirno Suwanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, akhirnya MTsN 2 Surakarta sukses di ajang OMI Riset 2025. Ini adalah kemenangan seluruh warga madrasah, kolaborasi tim riset, doa orang tua, dan dukungan komite,” ujarnya bangga.

Khansa Aulia Zivana mengungkapkan rasa harunya setelah pengumuman final:

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Tidak menyangka bisa sampai grand final, apalagi meraih medali. Terima kasih kepada guru pembimbing, orangtua dan seluruh pihak yang mendukung kami sejak awal.”

Kalila Ghaziya Hafiza menambahkan:

“Ini pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Banyak pelajaran berharga yang kami dapat. Terima kasih atas semua bimbingan dan doa.”

Langkah Besar Menuju Madrasah Riset yang Lebih Gemilang

Raihan medali perunggu ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang MTsN 2 Surakarta menuju madrasah dengan budaya riset yang semakin kuat. Pengalaman berkompetisi di tingkat nasional menjadi modal besar bagi generasi berikutnya. Semoga semangat juang Khansa dan Kalila menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama madrasah di kancah nasional dan internasional. Amin.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar