Info Sekolah
Rabu, 02 Sep 2026
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | H A R U M | Harmoni Asri Ramah Unggul Mendunia
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | H A R U M | Harmoni Asri Ramah Unggul Mendunia
1 September 2026

Belajar Demokrasi Sejak Dini, Ratusan Murid, Guru, dan Tendik MTsN 2 Surakarta Antusias Gunakan Hak Pilih di PILKETOS

Sel, 1 September 2026 Dibaca 15x

Surakarta (Humas) — Kemeriahan dan antusiasme luar biasa menyelimuti lingkungan madrasah dalam ajang Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM (PILKETOS) pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Seluruh warga sekolah, mulai dari para murid, dewan guru, hingga tenaga kependidikan (tendik), hadir menyalurkan hak pilih mereka secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi rutinitas tahunan pergantian kepengurusan organisasi murid, melainkan ajang pembelajaran berdemokrasi secara nyata di lingkungan pendidikan.
Kepala MTsN 2 Surakarta, Kirno Suwanto menegaskan pentingnya momentum ini sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan murid sejak dini.
“PILKETOS bukan sekadar ajang memilih pimpinan baru OSIS, melainkan laboratorium nyata bagi para murid untuk belajar berdemokrasi, menghargai perbedaan pandangan, dan bertanggung jawab. Siapapun yang terpilih nantinya adalah kemenangan kita bersama. Jadikan momentum ini sebagai langkah awal membentuk karakter pemimpin yang berakhlaqul karimah dan bernalar kritis,” ujar Kirno dalam sambutannya saat membuka acara.


Proses PILKETOS kali ini dikemas matang melalui serangkaian tahapan edukatif yang menyerupai proses pemilu sesungguhnya, mulai dari perkenalan Paslon dan Penyampaian Visi-Misi. Pasangan calon (paslon) tampil percaya diri memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan di hadapan seluruh peserta didik dan guru. Gagasan-gagasan segar mengenai pengembangan bakat murid dan inovasi kegiatan madrasah menjadi sorotan utama.
Kedua, sosialisasi dari KPU Kota Surakarta. Guna memberikan wawasan tata cara pemilu yang profesional, pihak madrasah menghadirkan tim dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta. Tim KPU memberikan edukasi mengenai prinsip-prinsip pemilu, pentingnya peran pemilih pemula, hingga tata cara pemungutan suara yang sah.
Ketiga, Debat Terbuka Antar-Paslon. Suasana makin dinamis saat sesi debat kandidat digelar. Para paslon beradu argumen secara santun, menjawab tantangan pertanyaan dari panelis guru dan perwakilan murid terkait isu-isu kemuridan serta lingkungan sekolah.
Terakhir, puncak pemilihan langsung. Pada hari puncak, area madrasah disulap menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Antrean rapi terlihat saat murid, guru, dan tendik bergantian mengambil kertas suara, masuk ke bilik suara, lalu mencelupkan jari ke tinta biru sebagai bukti telah menyalurkan hak pilihnya.


Salah satu murid peserta pemungutan suara mengaku berkesan dengan proses yang diselenggarakan.
“Acaranya seru banget dan kerasa seperti Pemilu sungguhan. Kita jadi paham gimana proses demokrasi yang jujur dan adil itu berjalan, bukan cuma teori di kelas,” ungkapnya penuh semangat usai mencelupkan jari ke tinta.
Kegiatan ditutup dengan penghitungan suara secara terbuka yang disaksikan oleh para saksi tiap paslon serta perwakilan kelas. Melalui pesta demokrasi ini, madrasah tidak hanya berhasil melahirkan calon pemimpin baru bagi OSIS, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan kesadaran berdemokrasi bagi generasi muda.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar