Info Sekolah
Sabtu, 29 Agu 2026
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | H A R U M | Harmoni Asri Ramah Unggul Mendunia
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | H A R U M | Harmoni Asri Ramah Unggul Mendunia
29 Agustus 2026

Semarak Pengajian Akbar MTsN 2 Surakarta: Membumikan Akhlak Rasulullah di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Sab, 29 Agustus 2026 Dibaca 5x

Sabtu pagi (29/08/2026). Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan berbondong-bondong menggelar sajadah, memenuhi ruang terbuka sekolah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW lewat gelaran Pengajian Akbar. Suasana teduh langsung terasa ketika seluruh warga madrasah menundukkan kepala, memulai rangkaian acara dengan sholat dhuha berjamaah di bawah hangatnya mentari pagi.

Usai lantunan doa bersama, Kepala MTsN 2 Surakarta, Kirno Suwanto, M.Pd., secara resmi membuka acara. Dalam arahannya, beliau menitipkan pesan mendalam kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga arah hidup di era modern. Beliau menekankan bahwa perayaan Maulid Nabi jangan berhenti pada seremonial tahunan belaka, melainkan harus menjadi momen titik balik bagi para generasi muda madrasah untuk merefleksikan diri, memperbaiki adab, dan membentengi kepribadian di tengah derasnya arus informasi.

Memasuki agenda inti, suasana kian hening dan khidmat ketika Ustadz Muhammad Uways Al-Qorni menaiki mimbar. Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW di Era Milenial/Digital untuk Membentuk Pribadi yang Lebih Unggul dan Santun”, sang ustadz mengupas tuntas realitas kehidupan remaja masa kini yang lekat dengan gawai dan media sosial.

Ustadz Muhammad Uways menegaskan bahwa kecanggihan teknologi bukanlah musuh keimanan, asalkan generasi muda memegang kompas moral peninggalan Nabi Muhammad SAW, yakni empat sifat utama rasul:

  • Shiddiq (Jujur): Menjadi tameng utama dari budaya hoaks dan kepalsuan di dunia maya. Pribadi yang shiddiq tidak akan menyebarkan kabar bohong demi mengejar viralitas.
  • Amanah (Dapat Dipercaya): Wujud tanggung jawab dalam membagi waktu antara belajar, ibadah, dan bermain ponsel, serta bijak menjaga privasi dan kehormatan diri sendiri maupun orang lain di ruang publik digital.
  • Tabligh (Menyampaikan Kebenaran): Memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan konten positif, menginspirasi sesama, dan menebar kebaikan alih-alih menyulut ujaran kebencian di kolom komentar.
  • Fathonah (Cerdas/Kritis): Kebutuhan mutlak anak muda dalam menyaring setiap konten yang dikonsumsi, berpikir kritis sebelum membagikan ulang, serta menggunakan teknologi untuk menunjang prestasi akademik.

Keseriusan kajian kemudian mencair menjadi tawa dan antusiasme tinggi saat sesi kuis tanya jawab interaktif dibuka. Deretan pertanyaan seputar materi yang baru saja dibahas langsung disambut acungan tangan puluhan siswa yang berebut maju ke depan panggung. Suasana semakin riuh manakala panitia membagikan beragam hadiah menarik bagi mereka yang berani dan tepat dalam menjawab. Interaksi hangat ini sukses menjaga fokus para siswa dari awal hingga akhir acara tanpa rasa jenuh.

Peringatan Maulid Nabi di MTsN 2 Surakarta tahun ini bukan sekadar panggung peringatan kelahiran junjungan umat Islam, melainkan sebuah ikhtiar nyata madrasah dalam menanamkan benih karakter. Melalui teladan empat sifat rasul, para siswa diharapkan mampu berselancar di dunia digital tanpa kehilangan identitasnya: tetap santun dalam bertutur kata, tangguh dalam berpikir, dan unggul dalam setiap langkah hidupnya.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar