Info Sekolah
Kamis, 19 Feb 2026
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku
  • Selamat Datang di MTs Negeri 2 Surakarta | Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku
14 Oktober 2025

Belajar Hormat Sebelum Hebat

Sel, 14 Oktober 2025 Dibaca 243x

Ada satu ungkapan lama yang begitu sering kita dengar, tapi kadang terlewat maknanya: “Adab dahulu, baru ilmu.”
Kalimat sederhana itu sebenarnya menyimpan kunci keberhasilan seorang penuntut ilmu, bukan hanya di sekolah, tapi dalam seluruh perjalanan hidup.

Sebagai guru, saya sering melihat bagaimana semangat belajar para murid begitu tinggi. Mereka rajin mencatat, aktif bertanya, bahkan sibuk mencari materi tambahan di internet. Itu tentu hal yang membahagiakan. Namun, di tengah hiruk-pikuk mengejar nilai dan prestasi, ada satu hal yang tak boleh tertinggal yakni adab.

Adab adalah cara kita menghargai ilmu dan orang yang menyampaikan ilmu itu. Adab adalah ketika seorang murid menatap gurunya dengan hormat, mendengarkan tanpa memotong, dan menerima nasihat meski terasa menegur hati. Adab juga tampak dalam hal-hal kecil, seperti mengucap salam dengan tulus, menjaga sikap di kelas, atau sekadar tidak sibuk dengan gawai saat guru berbicara.

Ilmu tanpa adab ibarat pohon tanpa akar. Ia mungkin tumbuh tinggi, tapi akan mudah roboh saat diterpa angin ujian kehidupan. Sebaliknya, adab tanpa banyak ilmu justru bisa menjadi pondasi yang kuat untuk terus belajar, tumbuh, dan bermanfaat bagi orang lain. Karena seseorang yang beradab tahu cara menghargai proses, bukan hanya hasil.

Saya selalu ingin murid-murid saya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tapi juga rendah hati. Pandai berpikir, tapi tidak sombong. Kritis, tapi tetap sopan. Di masa depan, kalian akan bertemu banyak guru lain — mungkin tidak selalu di ruang kelas, mungkin dalam bentuk pengalaman hidup. Tapi satu hal yang tak boleh hilang adalah adab kalian terhadap ilmu dan kepada siapa pun yang menyampaikannya.

Mari kita jaga adab, hormati guru, dan cintai ilmu dengan hati yang bersih. Karena ilmu yang diberkahi selalu tumbuh di hati yang penuh tata krama.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar