SURAKARTA (Humas) — Sebagai wujud tanggung jawab moral, kepedulian sosial, dan keimanan di tengah musibah yang melanda negeri, seluruh warga MTsN 2 Surakarta mulai dari jajaran pimpinan, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh murid gelar ikhtiar batiniah secara serentak di lingkungan madrasah.
Pada hari ini Sabtu, 17 Oktober 2026 keluarga besar MTsN 2 Surakarta melaksanakan ibadah Shalat Dhuha dan Shalat Istisqa (shalat minta hujan) berjemaah. Kegiatan ini digelar khusus sebagai bentuk keprihatinan mendalam serta doa bersama agar musibah kebakaran hutan dan kekeringan yang sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia dapat segera diredakan oleh Allah SWT, serta membawa rahmat dan keberkahan kembali bagi alam semesta.

Suasana haru, khusyuk, dan penuh penghambaan tampak menyelimuti jalannya ibadah. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan khotbah dan doa bersama yang disampaikan oleh guru MTsN 2 Surakarta, Ahmadi, M.Pd. Dalam pesan khotbahnya yang sarat makna spiritual, beliau mengingatkan bahwa musibah kekeringan dan kebakaran hutan adalah ujian sekaligus teguran bagi manusia untuk senantiasa introspeksi diri (muhasabah) serta kembali menjaga amanah sebagai khalifah di bumi.
“Musibah kebakaran hutan dan kekeringan yang melanda negeri kita tercinta hari ini adalah duka kita bersama. Alam sedang mengeluh, dan makhluk-makhluk ciptaan Allah di dalam hutan tengah menderita. Melalui Shalat Istisqa dan Dhuha ini, mari kita mengetuk pintu langit bersama-sama dengan hati yang tulus, memohon ampunan atas segala kesalahan kita, dan memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang lebat dan penuh berkah untuk memadamkan api, membasahi bumi yang tandus, serta memulihkan kembali kelestarian alam negeri ini,” ungkap Ahmadi dalam khotbahnya yang membakar semangat kepedulian jemaah.
Beliau juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama makhluk hidup merupakan bagian dari ajaran Islam yang luhur. Menjaga bumi agar terhindar dari kerusakan adalah tanggung jawab bersama umat beragama.
Pelaksanaan ibadah ini diikuti dengan antusiasme dan kekhusyukan tinggi oleh para murid. Di bawah bimbingan para guru, para murid diajarkan untuk memiliki empati sosial yang luas, tidak hanya peduli pada sesama manusia, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam dan keselamatan bumi pertiwi.
Perasaan haru dan harapan besar turut diungkapkan oleh perwakilan murid yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat.
“Kami sangat sedih melihat berita tentang hutan-hutan yang terbakar dan hewan-hewan yang kehilangan tempat tinggal. Lewat shalat Dhuha dan Istisqa hari ini, kami bersama-sama berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan, memadamkan kebakaran hutan, dan menjaga bumi kita agar kembali hijau dan sehat,” ungkap salah satu perwakilan murid dengan penuh ketulusan.
Melalui ikhtiar doa bersama ini, keluarga besar MTsN 2 Surakarta berharap pertolongan Allah SWT segera turun, titik-titik api kebakaran hutan lekas padam, dan bumi Indonesia kembali sejuk, hijau, serta dilimpahi keberkahan.
Tinggalkan Komentar